Banyak cara memanggilku..


4, demikian saudara-saudaraku menyebutku dalam SMS..
Abang, demikian istriku menyapaku mesra..
Ata’, demikian almarhumah Mamah Tjitjih memanggilku penuh kasih sayang..
Bang Kwarta, demikian santri-santriku menyapaku (ketika ngajar ngaji) di TPA Yasalam
Bung Kwarta, demikian kawan-kawan jurnalis menyapaku..
Bro’, demikian sapa adindaku Nana Boy (9) di Peruri..
Cak, demikian sapa adindaku Kwinta (5) di Setwapres RI..
Mas KA, demikian sapa khas Pak Cahyana di Depkominfo padaku..
Mas Kwarta, demikian sapa kawan-kawan seperjuanganku di Depdiknas..
Pak Ku, demikian panggil Pak Shasha & Pak Yosep di Biro PKLN
Pak Kwarta, demikian sapa Guru & Siswa SMKN 4 Malang padaku..
Pak eRTe, demikian sapa warga kampung RT.33 RW.16 Desa Kebonagung padaku..
Sir, demikian sapa Sahabatku Welli (kawan seperjuangan di JIS Malang)
Ta’, demikian sapa khas Pak GHP & Pak Siswoyo di Biro PKLN
Tek, demikian panggil Mas Prima (1) & Mbak Terta (3) padaku..


Aku suka apapun cara mereka menyapaku atau memanggilku, tetapi ada satu panggilan lain yang (sejujurnya) tidak begitu kusukai, apakah gerangan itu? Bos! Pastinya aku bukan orang yang ber-uang dan royal, mungkin karena BOS itu Bobotku Over Sekali 🙂


So, apapun caramu menyapaku atau memanggilku, percayalah.. aku akan datang untuk memberikan layanan terbaikku untukmu..

This entry was published on Kamis, 2 Agustus 2007 at 8:58 am and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: