Jurnal Hari III | Korea: Selasa, 18 September 2007


Pusan National University – ALCoB


Setelah menempuh perjalanan bus Gwangju – Busan selama 3,5 jam, menjemput 2 anggota tim di Bandara Busan dan check-in di Nongshim Hotel. Tim menuju Pusan National University (PNU) yang berjarak 20 menit dari dari hotel. PNU adalah universitas negeri terbesar kedua di Korea setelah Seoul. PNU memiliki kampus yang asri dan bersih, pada umumnya mahasiswa bertempat tinggal di dormitory yg tersedia di dalam kampus.

Tepat jam 14.00 dengan mengambil ruang IACE yang bersebelahan dgn Perpustakaan PNU, kami diterima langsung oleh Prof Young Hwan Kim, Ph.D, Pendiri ALCoB (APEC Learning Community Builders) sekaligus Presiden IACE (Institute of APEC Collaborative Education).

Saat ini ALCoB (www.alcob.org) telah memiliki jaringan relawan di 3000 lokasi di 50 negara yang terdiri atas ALCoB terdiri dari ALCoB-U (University), ALCoB-T (Teacher), ALCoB-L (Learner), ALCoB-S = Social Worker, dan ALCoB-EC (Enterpreuneur Committee). Tupoksi ALCoB antara lain menyalurkan tenaga relawan, baik itu guru, mahasiswa, pekerja sosial ke seluruh negara anggota APEC dengan pola kolaborasi virtual maupun nyata. Melalui jalur ALCoB-U, PNU merencanakan menerima sejumlah relawan mahasiswa dari kawasan Asia Tenggara, diperkirakan jumlah mahasiswa yang terlibat di dalam ALCoB-U 2008 adalah: 200 mahasiswa dari Thailand, 50 mahasiswa dari Filipina, 50 mahasiswa dari Vietnam, dan 50 mahasiswa dari Indonesia.

Program ALCoB-U 2008 diselenggarakan 3 tahapan: Tahap I Penyusunan Proposal & Persiapan di Negara masing-masing pada bulan Februari s.d. Juli, Tahap II Pelaksanaan program di Korea pada bulan Agustus (2-4 minggu), dan Tahap III Deseminasi dan Presentasi Agustus: 2-4 minggu di korea | Sept-Nov: presentasi di tanah air. Selama nanti berada di Korea, mahasiswa yang mengikuti program ini tidak diperkenankan bertempat tinggal di hotel, melainkan di dormitory atau camp (perkemahan).

Program ini mensyaratkan (minimal) 3 dari 10 mahasiswa yang mengikutinya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sedangkan yang lainnya harus memiliki kecakapan di bidang ICT, Fotografi, dan Video. Pendaftarannya bersifat dinamis.

Berkenaan dengan Game Technology & Animasi, PNU bersedia menjadi mediator yang mengupayakan adanya kerjasama dengan universitas-universitas di Korea yang memiliki program Game Technology & Animasi Korea melalui Asosiasi Universitas Korea. Hal yang sama juga akan dilakukan PNU untuk program Beasiswa Unggulan melalui program Student Exchange. Pembiayaan dapat dilakukan dengan 2 pola, yang pertama sepenuhnya dari RI dan yang kedua subsidi dari Pemerintah Korea, khususnya saat yang bersangkutan berada di Korea. Dalam hal ini Prof Young Hwan Kim, Ph.D menunjuk Bapak AB Susanto sebagai contact person di Indonesia.

Beberapa perusahaan/industri di Korea ada yang mencari tenaga kerja fresh graduate asing (termasuk dari Indonesia), PNU bersedia merekomendasikan mahasiswa yang aktif di ALCoB untuk bekerja di perusahaan/industri tersebut, termasuk di industri game dan animasi di Korea.

Demikian laporan hari ke-3, Tim akan terus mencari peluang-peluang baik dalam kerjasama pendidikan di luar negeri, khususnya untuk program game technology..

Gamsa hamnida..

Korea – Busan, 18 September 2007

This entry was published on Minggu, 23 September 2007 at 10:17 pm and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: