Kesan Salsa tentang Papah & Mamahnya


A Salsabila Istiqlal lahir di Malang tanggal 22 Agustus 1995, Salsa (begitu kami memanggilnya) adalah putri ke-1 ku yang kini duduk di kelas VII SMPN 3 Malang:


berikut surat Salsa saat ulang tahun ke-38 ku..

Kepada papahku tersayang, dimanapun papah berada,

Assalamu’alaikum wr. wb.

Happy birthday, papah! Bagaimana kabarnya sekarang? Dan bagaimana kondisi/keadaan pekerjaan papah? Sukseskah? Aku harap begitu. Semua yang ada di rumah selalu baik-baik saja (meskipun kadang-kadang ‘mobi’ nakal).
Pada hari ini, tanggal 10 Oktober 2007 adalah hari ulang tahun papah yang ke-38. semoga papah panjang umur, selalu sehat, aman dari segala marabahaya, selalu ingat Allah SWT, dan ditambahkan rezekinya.
Salsa mau ngucapin selamat ulang tahun. Dari pengalaman Salsa, semoga dengan bertambahnya usia, semakin dekat kita kepada-Nya. Ananda juga mohon doa restu semoga Salsa selalu bisa sehat, dan dapat membimbing dan menjaga Habib dan Amoy serta dapat membantu mamah selama papah sedang nggak ada.
Sekian dari Salsa. Semoga selalu sehat ya, pah!

NB:
Sebentar lagi ‘kan Idul Fitri, jadi, Salsa ngucapin minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin. Kalau selama ini Salsa punya salah sama papah, maafin ya!

Wassalamualaikum wr. wb.
Salam sayang selalu,
A Salsabila Istiqlal


ini kesan Salsa tentangku..

Papah nggak pernah menunda pekerjaan yang sedang papah lakukan. Sekecil apapun pekerjaannya, papah melakukannya hingga selesai. Jadi, pekerjaan papah selalu selesai tepat pada waktunya. Bahkan kadang lebih cepat dari waktu yang ditargetkan. Tapi, gara-gara itu, kadang papah jadi lupa makan, lupa istirahat. Untung aja papah nggak gampang sakit.
Papah itu orang yang ulet bekerja. Hingga bisa jadi orang yang sukses. Tapi, setelah sampai di puncak kesuksesan papah, jangan lupa diri kemudian jadi sombong dan takabur. Karena tidak selamanya papah menjadi orang yang terbaik.
Papah orang yang sabar. Jadi, itu sangat berpengaruh dengan cara mendidik aku, Habib, dan Amoy. Thanks.


dan ini kesan Salsa tentang mamah Anita-nya di ultah ke-33..

Mamah itu orang yang sangat disiplin. Nggak pernah mamah melewatkan 1 menit pun tanpa melakukan sesuatu yang berguna. Kalau bukan mamah sendiri yang mengerjakan, biasanya aku, Habib, dan Amoy.
Mamah itu orang yang sangat teliti. Sampai debu di pojok lemari aja tahu kok. Tapi, itulah yang jadi pembeda mamah dengan papah.
Jangan bolong-bolong lagi ya sholatnya. Jangan suka ngingetin ibadah orang lain kalau mamah sendiri belum menjalankan ibadah tersebut. Apalagi sampai bolong-bolong begitu. Ingat, aku, Habib, dan Amoy ngawasi mamah.

This entry was published on Jumat, 12 Oktober 2007 at 7:48 am and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: