From Damascus with Love..


Damaskus
adalah..




1 dari 4 kota dari surga

mihrab dimana aku dapat mengenang..
kakek moyang Habil AS bin Adam AS
kemuliaan mujahid agung Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi
kemerduan suara adzan Bilal bin Rabah
keteladanan cucu Rasulullah SAW.. Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Tholib
kelucuan cicit Rasulullah SAW.. Sayyidah Ruqayyah binti Hussein bin Ali bin Abi Tholib
dengan amat sempurna..

dimana..
keramahan pendudukmu sehangat gurun..
kejujuran pedagangmu melebihi nilai lira dan rela
dimana aku disapa penuh cinta (Ya Habibi), puji (Ya Ahmad), mulia (Ya Malik)..
sepanjang waktu..

dimana..
11 dari 10 wanitamu sangat jelita..
9 dari 10 lelakimu sungguh tampan menawan..
Fairuz, Nawal, Amr Diab berdendang merdu sepanjang hari..
Khubus, Shawarma, Falafil dan secangkir teh hangat dapat kunikmati sehari-hari..

Damaskus..
izinkan aku kembali..
untuk menjemput hatiku
yang tertinggal di Aleppo..

[Damaskus, 17 Desember 2007]

“If Paradise be on earth, it is, without a doubt, Damascus; but if it in heaven, Damascus is its counterpart on earth” | Ibn Jubair, Musafir Muslim Spanyol Abad XII

Iklan
This entry was published on Selasa, 18 Desember 2007 at 5:01 pm and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: