:: Refleksi Akhir 2007 ::

kawan..
coba ajari aku sekali lagi..
bagaimana cara menegakkan kepala ini
dengan hati bangga dan penuh percaya diri
disaat kita masih menanggung beban:
utang LN yang belum kunjung terlunaskan..
nestapa pelecehan dan kekerasaan kepada TKW di LN..
derita dibalik gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, silih berganti..
dekadensi moral dan etika generasi muda maupun tua..
musibah tergulingnya kereta api, jatuhnya pesawat terbang dan tenggelamnya kapal laut..
jerat narkotika dan HIV di kantong-kantong kota dan desa..
hancurnya prestasi olah raga dan seni budaya.. kita (memang) tampak kalah telak..
sebagai bangsa besar dengan arang di kening
yang tidak pernah sadar dan sabar untuk belajar..
kepada kearifan alam dan kasih sayang ibu yang menyusui bayinya.. lama tidak kita lihat Sang Saka Merah Putih berkibar gagah
lama tidak kita dengar Indonesia Raya mengetarkan manca negara
mungkin karena tiang jiwa kejujuran kita telah patah dan berkeping
dan raga kesetiakawanan kita telah menjadi luluh-lantak tinggal debu

demi waktu, detik, menit, jam, hari, minggu, dan tahun yang disisakan..

selamat tahun baru 2008
selamat tahun baru hijriyah 1429

semoga prestasi ilmu (belajar), amal (bekerja) dan ibadah (kesabaran) kita tahun ini..
lebih baik, lebih bersih, lebih meningkat, menjulang tinggi..
dari tahun-tahun yang telah kita lampaui bersama..
amien..

salemba, 31 desember 2007


This entry was published on Rabu, 2 Januari 2008 at 3:58 pm and is filed under Puisi & Prosa. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: