Sehari bersama Habib di Hari Khitan-nya

Habib 29.06.08 jam 14.00 WIB



Ahad, 29 Juni 2008

Hari ini adalah hari paling istimewa untuk Habib, karena setelah 4.234 hari atau 11 tahun 6 bulan kehidupannya, hari ini dengan keberanian dan ketegasannya sendiri minta dikhitan πŸ™‚ Berikut menit-menit istimewa yang kurekam selama mendampinginya..

[04.00] Kumandikan Habib dengan air hangat..

[04.17] Habib menikmati breakfast-nya dengan mie instan plus telur rebus dan secangkir teh hangat.. ups lahap sekali. Kusiapkan sarung untuk dipakai setelah khitan nanti..

[04.35] Kuantarkan Habib dengan Honda Vario mamahnya menuju rumah dokter yang akan mengkhitannya nanti. Kami hanya berduaan saja menembus dinginnya subuh itu..

[04.42] Dalam perjalanan, kami mampir sejenak di Masjid Al-Abror Kebonagung untuk sholat Shubuh berjama’ah..

[04.51] Kami melanjutkan perjalanan ke rumah dokter..

[04.56] Kami tiba di rumah/ruang praktik Dr dr Teguh Wahju Sardjono, DTM&H, M.Sc, SpPark di bilangan Kepuh yang akan mengkhitan Habib. Sambil menunggu kesiapan dokter, Habib membaca-baca majalah yang disediakan di ruang tunggu, tidak tampak ketegangan diwajah Habib, justru Habib terlihat relax..

[05.40] Habib dipersilakan masuk ke ruang praktik dokter Teguh, kemudian kubimbing Habib naik ke tempat tidur periksa..

[05.43] Dokter Teguh menyuntikkan obat ‘penidur’ di pangkal bagian yang akan dikhitan agar tidak tegang πŸ™‚

[05.45] Kembali dokter Teguh menyuntikkan obat ‘pembius lokal’ di bawah bagian yang akan dikhitan untuk mematikan rasa saat proses khitan berlangsung πŸ˜‰

[05.48] Habib dikhitan laser oleh dokter Teguh. Habib menutupi mukanya dengan bantal selama proses khitan berlangsung πŸ˜€

[06.15] Proses khitan selesai, sarung yang kusiapkan untuk Habib tidak jadi dikenakan pasca khitan, karena dokter menyarankan agar Habib langsung saja mengenakan celana panjang. Tidak ada guratan menahan nyeri di wajah Habib…, malah tersenyum seperti mendapat sebuah kemenangan, hebat!

[06.30] Mamah, mbak, adik, dan mbah kung-nya menyambut Habib dengan sukacita setiba kami di rumah. Setelah minum obat antibiotik, Habib mendapat ucapan selamat dari kakek-nya yang sedang berada di Solo via telepon seluler. Habib tampak senang sekali, sama sekali tidak tampak jika Habib telah dikhitan sampai akhirnya Habib minta dikenakan sarung agar lebih relax di rumah..

[07.30] Habib agak merintih karena efek bius lokal mulai menghilang, tetapi setelah kami hibur dan dialihkan dengan nonton film kartun Avatar kesukaannya di TV, lama-lama nyeri itu terlupakan..

[09.00] Habib tertidur pulas di tempat tidur..

[12.15] Setelah bangun tidur, kubimbing Habib menuju kamar mandi untuk pipis dan wudlu. Habib ingin sholat Dzuhur, kusiapkan kursi, kuajari sebentar tata cara sholat dalam posisi duduk, kemudian Habib menunaikan sholat Dzuhur dengan duduk di kursi kamar mbah kung-nya.

[12.30] Habib minum obat antibiotiknya lagi, kemudian membaca buku “Ajaran Rahasia Orang Jawa” yang kubawa dari Jakarta.

[14.00] Habib kuizinkan menggunakan laptop IBM Lenovo T61-ku untuk mengeksplorasi Vista dan membaca e-Book yang tersedia di dalamnya.

[15.00] Sambil lesehan, Habib mengakses internet dengan laptop Zyrex Cruiser NFL-nya.

[15.30] Kuajari Habib untuk men-download objek Shockwave Flash dari situs-situs di internet dan kemudian menyisipkannya di slide-slide PowerPoint dengan aplikasi sederhana. Caranya, klik: View – Toolbars – Control Toolbox – More Control – Shockwave Flash Object. Kemudian menyalin link objek Shockwave Flash di kolom Movie. Habib sangat menikmati ‘tips & trik’ baru yang membuat slide-slide-nya makin interaktif dan atraktif.

[16.30] Habib sholat Ashar dengan duduk di kursi kamar mbah kung-nya.

[16.45] Habib melanjutkan oprekan slide PowerPoint-nya dan berburu objek Shockwave Flash di Internet.

[17.40] Sebelum makan malam, Habib sholat Maghrib dengan duduk di kursi kamar mbah kung-nya.

[18.00] Kami makan malam bersama sambil menghibur Habib yang sudah melupakan nyerinya dengan aktifitas membaca buku atau mengakses internet.

[19.30] Setelah minum obat antibiotiknya, Habib sholat Isya’ dengan duduk di kursi kamar mbah kung-nya.

[21.15] Habib tertidur lelap sekali..

Ya hari ini Habib menjalani khitan yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW dengan sabar, ihklas dan indah sekali.. Kukecup keningnya untuk menemani mimpi dan masa depannya yang insya-allah akan lebih indah dariku..

Malang, 1 Juli 2008

This entry was published on Selasa, 1 Juli 2008 at 10:06 am and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: