Menelusuri Jejak “Laskar Pelangi”


Menelusuri jejak Laskar Pelangi

di Kecamatang Gantung (Lenggang)
Belitung Timur


9 bulan lalu kubeli dan kutamatkan novel inspiratif Laskar Pelangi karya Andrea Hirata | aku belum pernah berkenalan dengan Andrea Hirata | tetapi aku bersyukur dapat membaca novel Laskar Pelangi ini bersama istri dan anak-anakku | entah mengapa… novel ini seperti “dejavu” masa kecilku di Denpasar
sehingga aku ingin sekali menelusuri jejak novel inspiratif ini ke pusat takdir “Laskar Pelangi” ini.Subhanallah…
(1) Allah swt meng-kebetulan-kanku dengan menggerakkan hati Tim Penyelenggara Pelatihan Pustekkom untuk menugaskanku sebagai narasumber Pelatihan Pemanfaatan TIK di ICT Center Kabupaten Belitung yang berada di SMKN 1 Tanjungpandan..

(2) Allah swt kemudian meng-kebetulan-kanku dipertemukan dengan Pak Hawiyadi (Kepala SMKN 1 Tanjungpandan) yang berasal dari Kecamatan Gantung dan Pak Ardono (Kepala SMKN 1 Badau) yang teman sekampung Andrea “Andis” Hirata yang rumahnya berhadapan dengan rumah umak dan ayahanda Andrea Hirata..
(3) akhirnya Allah swt meng-kebetulan-kanku dipertemukan dengan Bu Nudya (Guru SDN 1 Gantung) yang juga keponakan Bu Muslimah. Ia ingin sekali memiliki BSE (Buku Sekolah Elektronik) yang “kebetulan” tersimpan rapi di laptop IBM-ku.
BSE ini juga untuk Bu Muslimah tercinta..

::

kuyakini..
mimpi yang dibekali dengan keyakinan untuk mewujudkannya
seringkali (cepat atau lambat) akan terwujud melalui ke-kebetulan-an-Nya!

::

berikut gambar-gambar yang sempat kurekam dalam menelusuri jejak “Laskar Pelangi” di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur..

::

[01] jalan mulus dari Tanjungpandan menuju wilayah Belitung Timur

[02] simpang jalan menuju Kecamatan Lintang, Pice, dan Gantung


[03] jalan lurus menuju Kecamatan Gantung


[04] rumah tradisional Belitong


[05] rumah kuno khas Belitong

09.15

[06] bougainvillea spectabilis pink di sudut rumah keluarga Andrea Hirata

[07] foto Andrea Hirata disamping kanan pintu masuk
[08] foto Andrea Hirata di Brussel


[09] kaligrafi di samping pintu masuk rumah umak & ayah Andrea Hirata

[10] tampak seberang rumah keluarga pak Ardono (Kepala SMKN 1 Badau, teman pemanduku)

[11] umak dan ayah Andrea yang bersahaja serta kukagumi.
beliau berdua adalah ayah-bunda Ikal, tokoh inspiratif dan kharismatik di balik novel “Laskar Pelangi”

[12] replika SD Muhammadiyah Kecamatan Gantung yang dijadikan lokasi syuting film “Laskar Pelangi”

[13] sumur dan “kantor” SD Muhammadiyah

[14] tampak belakang replika “gedung” SD Muhammadiyah-nya Laskar Pelangi

[15] atap yang sewaktu-waktu berubah menjadi pancuran air di musim hujan.. (syahdan air sering menggenangi ruang kelas)

[16] kayu penyangga dinding kelas agar tak r0b0h, konon dahulu papan-papan kayu-kayu tersebut berasal dari bongkaran rumah pegawai PN Timah (CMIIW)

[17] gudang PN Timah yang berseberangan dengan Pasar Ikan Kecamatan Gantung

[18] sungai pemisah dermaga gudang PN Timah (kiri) dan “dermaga” Pasar Ikan (kanan).

[19] akses ke Pasar Ikan Gantung

[20] deretan lapak di Pasar Ikan.

[21] lapak ikan segar, konon kapal-kapal nelayan dulu dapat merapat di tepi Pasar Ikan ini untuk menurunkan hasil tangkapan, sekarang dermaga sudah dipenuhi tetumbuhan air liar..

[22] kedai kopi milik A Kiong (salah satu anggota Laskar Pelangi), sayang sudah keburu tutup, mungkin karena Jum’atan

[23] lapangan basket di area “Gedong” PN Timah

[24] suasana jalan akses di area “Gedong” PN Timah.

[25] situs dan puing-puing “Wisma Ria” PN Timah yang pada masa jaya PN Timah merupakan bioskop “termewah” di Belitong, hanya keluarga “orang setap” PN Timah yang boleh nonton film disini.

[26] rumah jaga Polsus dan gerbang ke arah pasar yang dulu bertuliskan “Dilarang Masuk bagi yang Tidak Memiliki Hak” alias “Verbooden”

[27] kantor Kawilase atau Pejabat Kepala Wilayah Operasi PN Timah, dahulu kantor ini mengendalikan sekitar 14.000 karyawan dan kuli PN Timah (kini menjadi kantor koperasi)

[28] rumah Kawilase yang saat itu laksana istana karena fasilitas mewah-nya (kini menjadi kantor PN Timah)

[29] beberapa rumah model Belanda yang masih tersisa di komplek satelit “Gedong” PN Timah

[30] jalan akses di dalam komplek satelit “Gedong” PN Timah yang dulu rumput dan pepohonannya sangat terawat dan asri

[31] SD PN Timah yang dituturkan Ikal begitu hebat fasilitasnya.

[32] kelenteng tempat Ikal menanti A Ling, sesuai pesan A Ling di kotak kapur: “Jumpai aku di acara sembahyang rebut”

[33] rumah kuno keluarga Tionghoa di pertigaan depan kelenteng

[34] hotel Basuki Purnama (A Hok?) di Kecamatan Gantung

::

12.00

[35] masjid Al-Hikmah yang berjarak 25 meter dari rumah Ikal. Dari khutbah Jum’at-nya kudapatkan hikmah bahwa kesuksesan Baginda Rasulullah SAW didalam memimpin negara dan mengepalai rumah tangga terletak pada 3 kunci utama, yaitu:
(1) kerja keras, termasuk belajar keras, (2) kerjasama, dan (3) disiplin
Suami yang bekerja keras, ikhlas dan jujur demi menafkahi dan mendidik keluarganya setiap hari adalah sepantar nilainya dengan pahlawan yang baru pulang dari medan perang jihad fisabilillah..

[36] rumah di seberang masjid Al-Hikmah

[37] jalan kampung di depan rumah Ikal

[38] menikmati makanan khas Belitong: gangan, sambal nanas, dan ikan panggang di warung depan rumah Andrea Hirata bersama Pak Ardono dan abangnya yang juga murid bu Muslimah-nya Ikal

[39] hmm… ini menu makan siangku yang paling lezat di Belitong

[40] tak sengaja bertemu Bu Nudya Andrina (keponakan Bu Muslimah) bersama ayahnya (kakak Bu Muslimah) yang hendak membeli buah-buah di kedai makan. Bu Nudya berminat untuk memiliki BSE, sejauh ini yang dapat diunduhnya hanya 1 cover buku teks pelajaran SD melalui koneksi HP. Kutawari apakah mau menyalin BSE dari laptop IBM-ku? A ha! Tentu maulah… Mimpi ape nih, begitu Bu Nudya meyakinkan hati. Kami bersepakat untuk bertemu di rumah Bu Muslimah untuk menyalinkan 249 file PDF BSE (SD, SMP, SMA, SMK) ke DVD blank yang akan disiapkannya.

[41] kedai makan yang mempertemukanku dengan keluarga Bu Muslimah 🙂

[42] tampak depan dan dalam bioskop MPB (Markas Pertemuan Buruh) kualitas misbar yang disediakan PN Timah bagi anak-anak bukan orang setap, disini Laskar Pelangi menonton film “Pulau Putri”-nya S Bagyo 🙂

[43] pesona dam atau waduk Pice yang seusia dimulainya explorasi Timah di Belitong

[44] rumah keluarga pengusaha perkebunan Lada dan Kelapa Sawit yang konon dulu terkaya raya di Kecamatan Gantung (Lenggang)

[45] kantor Pos dan Giro Kecamatan Gintung

[46] replika rumah Ikal yang dijadikan lokasi syuting film Laskar Pelangi

[47] jalan “merah” menuju rumah Bu Muslimah

::

14.15


[48] akhirnya bertemu Bu Muslimah (tokoh sentral di novel Laskar Pelangi) yang didampingi oleh kakakanda beliau. Mesin jahit di latar belakang adalah salah satu penyambung hidup beliau disela-sela mengajar di SD Muhammadiyah (dulu) dan kini di SDN 6 Gantung

[49] kakak dan Bu Nudya (keponakan Bu Muslimah)

[50] Pak Ardono, Pak Hawiyadi, aku, Bu Muslimah, dan kakakanda beliau di ruang keluarga

[51] Foto lagi dengan Pak Ardono, Pak Hawiyadi, Bu Muslimah, dan kakakanda beliau disela-sela burning DVD BSE 2008 (3,03 GB) untuk Bu Nudya. Bu Nudya yang mengajar di SDN 1 Gantung (SD Inti) berjanji akan menyebarluaskan BSE ini melalui KKG SD dan MGMP SMP/SMA, tidak hanya di Kecamatan Gantung, tetapi juga sampai di Kecamatan Manggar (Ibukota Kabupatan Belitung Timur).

[52] DVD 249 file PDF BSE untuk Bu Muslimah via Bu Nudya sudah jadi, demikian pula CD Pelatihan Pemanfaatan TIK 2008 untuk suami Bu Nudya yang kebetulan juga guru TIK di SMAN Manggar. Kini saatnya untuk berpisah setelah “begalor” dengan Bu Muslimah dan keluarga selama kurang-lebih 3 jam diselingi sholat ashar.

Pesan Bu Muslimah untukku yang ditulis di secarik kertas:

Hati yang tulus ikhlas suci

Penuh kasih sayang dan kejujuran

Bisa membawa berkah dalam kehidupan
Kita jalani hidup ini
Dengan langkah iman yang kuat

Gantung, 8-8-2008

Muslimah



::

17.35

Iklan
This entry was published on Selasa, 12 Agustus 2008 at 9:07 pm. It’s filed under Jurnal and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

25 thoughts on “Menelusuri Jejak “Laskar Pelangi”

  1. How lucky you are! Kapan ya tiba giliranku ke Belitong? Meski gak tau juga sih kalo ke sana mau ngapain. Lha wong gak punya kenalan orang Belitong. Kalo to the point ke rumah ikal atau bu Muslimah, khawatir malah ganggu privasi mereka. Hiks 😥 Yo wis, kapan-kapan…kapan-kapan…

  2. wahh, bapak beruntung sekali.. itulah keajaiban mimpi ya Pak.. sehingga bisa mengantar Bapak ke lokasi bersejarah sumber novel inspiratif itu berasal..
    terima kasih untuk sharing nya..
    semoga saya juga kesampaian ke sana..

    salam pemimpi 🙂

  3. ternyata pesan bu muslimah itu ditulis di tanggal yang cantik itu ya pak.
    oh ya, maaf pak, bolehkah saya mengambil foto2 disini? tentu dengan mengutip sumbernya..

  4. benar, silakan saja mengambil foto-foto di blog ini, semoga menginspirasi banyak kalangan..
    terima kasih..

  5. pak kwarta saya juga butuh sekali file PDF BSE bagaimana saya mendapatkannya yahh??
    salam

  6. sederhana sekali yahh keluarga andrea padahal anaknya sudah kaya raya…
    pak bagaimana kedaan bunda andrea??
    aku dengar beliau sedang sakit terkena stroke..
    apakah sudah baikan??
    foto2 nya keren bgt..bapak bener2 andreanis sejatihh nihh..he he..

  7. untuk sdr erina, silakan kirim alamat ke e-mail: maskwarta@yahoo.com, insya-allah dalam sepekan DVD BSE (249 judul) tersebut sudah di tangan anda 🙂 ini bulan baik untuk berbagi ‘kan?

    wass wr wb

  8. selama 1 jam saya dan umak berbagi kisah, alhamdulillah… umak sehat dan tiada tanda-tanda beliau sedang sakit, kuceritakan kisah masa kecilku yang kurang lebih sama dengan andrea dan umak mengenang masa umak membesarkan anak-anaknya, sesekali bulir air mata beliau berlinang di pipi beliau jika mengenang ‘sesuatu’ yang getir..
    aku tidak dapat menceritakan kisah umak kepada siapapun.. meskipun kepada istri dan anak-anakku

    kepada jurnalis atau andreanis lainnya pun umak tidak pernah berkisah, konon tidak juga kepada sutradara dan kru film “Laskar Pelangi” saat mereka berada di belitong..

    aku hanya ingat pesan umak:
    “orang susah (miskin) itu harus belajar, belajar dan bekerja lebih keras dari yang lainnya”

    andrea ingin sekali mempercantik dan mempermegah rumah tersebut, namun kedua orang tua andrea tidak berkenan, karena beliau berdua tidak ingin anak-anak dan cucu-cucunya melupakan ‘sejarah’ atau kehilangan ‘situs’ perjuangan hidup di masa lalu, sepahit apapun.. toh telah berhasil ‘membesarkan’ anak-anaknya, tentu andrea salah satunya..

    kebersahajaan itu sangat indah selalu dicintai..

  9. assalamualaikum pak kwarta..

    terimakasih respon bapak yang luar biasa baik terhadap permintaan saya. salam buat keluarga di rumah ya pak..

    wassalam

  10. Photo-photo nya inspiratif sekali pak, selain itu pastinya tidak banyak orang yang bisa berkunjung ke rumah Pak Andrea dan Ibu Muslimah. Selamat ya Pak..

  11. Nyesel juga nih abis liat blog ini. Fantasi saya tentang novel laskar pelangi ini terkikis dengan photos ini:( Apalagi nanti klo difilmkan, saya adalah orang yang menolak untuk menonton film ini!! Saya nggak akan pernah membatasi pikiran saya untuk berimajinasi tentang apa yang ada di novel tsb.

  12. Aduh, saya juga pengen betul ketemu dengan Ibu Muslimah…

  13. Wah, P.Kwarta ke Belitong g ngajak2,jadi ngiri lho.
    Btw, saya simpan smua fotonya.
    Perhaps next time I have a chance to visit Laskar Pelangi hometown n see Mrs.Muslimah.

  14. shaleh wagiyo on said:

    inspiratif

  15. Terima kasih Bung Fadli, semoga suatu saat Anda pun dapat berkunjung ke sana dan bertemu keluarga Andrea dan Bu Muslimah di kecamatan Gantung, Belitong, amien..

  16. Semoga keinginan Banda Arya terkabulkan, beliau memang salah satu “the best teacher in the world”..

  17. Buat Galuh, maafkan.. waktu itu spontan saja, begitu landing di Bandara Tanjungpandan… tiba-tiba saya ingin sekali bertemu keluarga Ikal dan Bu Muslimah untuk membuktikan kebenaran kisah Laskar Pelangi itu, silakan bermimpi bertemu dengan Bu Muslimah, insya-allah cepat atau lambat terkabulkan..

  18. Pak Kwarta, maaf diluar topik, seperti rina, bagaimana saya bisa mendapatkan file pdf bse itu? bukan untuk saya, tapi untuk kakak saya yg juga guru disebuah daerah kecil di sumatera barat.. mohon informasinya…

  19. OK, silakan kirim nama, alamat lengkap dengan kodepos kakanda via e-mail: maskwarta@yahoo.com, insya-allah secepatnya akan saya kirimkan, terima kasih

  20. pengalaman adalah ilmu yang tak ternilai membagi pengalaman adalah pahala yang tak pernah putus hinga akir ,terimakasih pak kwarta adimprana .semoga pengalaman ini sebagai inspirasi kami semua,
    Hati yang tulus ikhlas suci
    Penuh kasih sayang dan kejujuran
    Bisa membawa berkah dalam kehidupan
    Kita jalani hidup ini
    Dengan langkah iman yang kuat Gantung, 8-8-2008

    Muslimah
    ,kata ini yang membuat saya berubah terima kasih pak

  21. assalamualaikum
    pa adhi apa kabar
    mhn maaf saya rencana ingin mengundang bumuslimah ke sekolah kami di SD alirsyad 01 purwokerto untuk memberikan motivasi kepada guru dan murid2 kami.saya berharap sekali punya contak person ibu muslimah agar saya bisa menghubungi beliau terima kasih..
    aef saefulrohman
    humas sd alirsyad purwokerto
    081542923110

  22. assalamualaykumwr.wb
    pa kwarta.. terima kasih atas bantuannya contact person ibu muslimah…mudah2an silaturahim ini terus berlanjut. teriring salam dan doa buat pak kwarta adimphrana sekeluarga dari keluarga besar sd 01 al irsyad purwokerto.
    kapan bagi2 ilmunya di purwokerto neh..ups
    wassalamwrwb

  23. Setelah melihat foto2 di blog bpk, hilang rasa penasaran saya tentang bagaimana kondisi alam sekitar Belitong yang dilukiskan dlm novelnya. Saya jadi merasa dekat dengan Belitong meskipun saya belum pernah kesana. Terimakasih banget atas foto2nya. Pasti seneng banget ya pak bisa melihat langsung lokasinya. Meskipun aku sudah nonton filmnya tapi lebih puas kalo lihat langsung lokasinya. Kapan ya…..

  24. Nama : Hengki Aprianto

    Alumni Sekolah : SD N 2 Selinsing TH 1999
    SLTP 1 N Kec. Gantung TH 2002
    SMK 2 Yaperbel 2005

    Dulu Saya Anak seorang TNI AD Koramil Gantung Nama Bapak saya Hasmi

    Saya sangat Rindu ingin pulang kampung rumah saya dulu disamping Kantor Camat Gantung kalau ada yang kenal sama saya bisa kirim E-mail Hengkiaprianto@yahoo.co.id saya sekarang merantau di Daerah Riau khususnya Kotamadya Dumai Kerja di TNI-AU.

  25. irma wahyu yusmwanti on said:

    pak, kalo boleh saya mau diberi kontak personnya bu muslimah dong. kebetulan saya guru di sebuah smp swasta di purwokerto. dan kami ingin mengundang bu muslimah sebagai narasumber dalam kegiatan talkshow. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: