Serpihan Mozaik: Maryamah Karpov


Cover Novel MK



Novel ke-4 Tetralogi Laskar Pelangi ini mulai kubaca di dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ-248 Jakarta-Malang (07.00-08.15) pada hari Jum’at 26 Desember 2008 dan kutamatkan di dalam penerbangan Sriwijaya Air SJ-251 Malang-Jakarta (08.55-10.20) pada hari Sabtu 3 Januari 2009, berikut beberapa serpih mozaik yang teranggap menarik..

Mozaik 22 Juru Muda Pompa: mengenalkanku lebih dekat pada budaya Melayu, Khek, Hokian, Tongsan, Ho Pho, orang-orang bersarung, dan suku Sawang di Pulau Belitong. Mozaik ini boleh jadi miniatur bangsa Indonesia dengan segala keunikan, kegetiran dan kejenakaannya šŸ™‚

Mozaik 24 Janji Setia Empat Puluh Tahun
: pesan penuh ‘hikmah’ Bang Zaitun bagi para bujang (lelaki lajang) yang ingin meminang gadis pujaannya: “.. tak perlulah banyak kata, tak perlu banyak lagak, tak perlu bawa bunga segala. Cukup tunjukkan raut muka kau.. bersedia menyuapinya jika ia sakit.. bersedia menggendongnya ke kamar mandi jika ia sudah renta.. bersedia mengatakan betapa jelitanya ia meskipun wajahnya telah berkeriput.. bersedia tetap berada disitu, tak kemana-mana, disampingnya selama 40 tahun sekalipun.. oh.. so sweet Bang Zaitun šŸ™‚

Mozaik 28 Lelaki Bujang Lapuk yang Tinggal dengan Ibunya: membuatku terpingkal-pingkal… Muharram Buku Gambar kini telah menjadi Muharram Ini Budi hwa ha ha… (LoL)

Mozaik 38 Koin Lima Perak
: mengenalkan kita pada siapa pemilik nama ‘Maryamah Karpov‘ yang diabadikan namanya sebagai judul buku ke-4 Tetralogi Laskar Pelangi. Mak Cik Maryamah adalah seorang perempuan pelanggan Warung Kopi ‘Usah Kau Kenang Lagi’ yang cakap nian bermain catur dan kerap mengajari orang bermain catur dengan langkah-langkah Karpov (Grand Master Dunia), putrinya yang bernama Nurmi dikisahkan piawai menggesek biola dan sekaligus guru biola-nya Ikal.

Mozaik 45 Mereka yang Tidak Mengaji adalah Manusia krosboi
: ah.. mengingatkanku kepada Umak perkasa, tegas, pengasih, dan penyayang sekaligus moderat yang pernah kutemui di rumah sederhananya di Gantung (Linggang), Kabupaten Belitong Timur pada hari Jum’at 8 Agustus 2008 lalu.

Dan masih banyak lagi mozaik indah dalam novel MK yang tak mungkin kupantulkan satu per satu disini…

LP dan MP memang kuat sekali benang merahnya.. bersyukur aku pernah ke sana, karenanya kudapatkan ‘suasana di sana’ meskipun dalam dimensi waktu yang berbeda..

::

Takzimku tetap kepada.. Bu Muslimah, Umak, Ayah, Bang Andis,
dan keluarganya di Belitong Timur

Selamat membaca Maryamah Karpov…

This entry was published on Minggu, 4 Januari 2009 at 1:57 pm and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: