‘Angels and Demons’ dan ‘The Secret Cardinal’


::

Ada benang merah antara ‘Angels & Demons’-nya Dan Brown dengan ‘The Secret Cardinal’-nya Tom Grace, sama-sama bertutur tentang peristiwa: kewafatan Sri Paus, kecerdasan & kearifan Carmelengo, Cardinal kandidat Paus, kapel Sistina, proses Conclave, kemegahan Basilika Santo Petrus, ketaatan absolut Swiss Guard kepada Sri Paus, dan teknologi canggih di lingkungan Vatikan (di TSC diceritakan seorang Cardinal asal India yang telah memanfaatkan Black-Berry generasi awal) serta Catacomba (ruang bawah tanah untuk operasi intelejen).


Secara tak langsung film A&D juga cukup sukses memvisualkan sebagian besar isi novel TSC dengan begitu indah dan dramatis, diantaranya kecanggihan teknologi keamanan Bank Vatikan. Perbedaan mendasar dari kedua novel tersebut adalah: peran Carmelengo di A&D berakhir sebagai ‘Demon’ sedangkan di TSC sejak awal hingga akhir tetap sebagai ‘Angel’ bagi kelangsungan Gereja..


Seperti meningkatnya wisatawan ke Museum Louvre di Paris pasca rilis novel dan film ‘The Da Vinci Code’, tampaknya kunjungan wisatawan ke situs-situs film ‘Angels & Demons’ di Vatican juga akan meningkat.. 🙂

Selamat membaca dan menonton (lagi)…

::

Iklan
This entry was published on Selasa, 9 Juni 2009 at 9:31 pm and is filed under Artikel. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: