Up In The Air | from MLG to FRA ^^


CGK


Bandar Udara atau Bandara adalah tempat terunik yang paling kusuka, disana ekspresi risau/sedih melepas keluarga atau orang2 tercinta di terminal Keberangkatan (Departure) bertolak 180 derajat dengan ekspresi gembira/bahagia menyambut kedatangan keluarga, orang2 terkasih dan tamu2 terhormat di terminal Kedatangan/Ketibaan (Arrival). Bandara membuat kejutan2 budaya dan sosial jadi senikmat shocking soda! Bandara juga pusat konvensi antar bangsa dengan multi bahasa yang lebih indah dari pelangi!



Tahun 1975

Kesukaanku pada bandara mungkin juga karena beberapa pengalaman berikut..

1) Sejak usia 7 tahun (1976) aku telah dikenalkan dengan atmosfir bandara. Om-ku yang biasa menjemputku dari SD rupanya memiliki tugas khusus untuk memeriksa stock barang di Duty Free Shop di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, oleh karena itu aku pun dapat menikmati akses bebas hingga ke zona bisnis bebas pajak di dalam bandara selama Om sibuk menghitung stock barang di Duty Free Shop. Om tahu betul kesenanganku menyaksikan ‘live’ take-off dan landing-nya pesawat terbang, untuk itu aku sering didudukkan di anjungan pengantar agar aku dapat menyaksikan pesawat terbang yang mengambil posisi ancang2 tinggal landas maupun mendarat di runway bandara.

2) Teman2 terdekatku semasa kecil adalah anak2 manajer operasi dan pilot Garuda Indonesia, itu karena kami bertetangga dekat. Biasanya sore hari selepas menyelesaian PR kami bermain bersama. Memainkan mainan elektronik pesawat terbang atau memeragakan sebagai pilot di dalam kardus ‘cockpit pesawat’, ini tentu salah satu bagian masa kecil yang menyenangkan dan mengesankan.

3) Kegemaranku membaca koleksi komik Petualangan Tintin (berkali2) membuatku ingin sekali berpetualang seperti ke berbagai negara seperti yang Tintin lakukan bersama anjingnya Snowy, apalagi komik pertama yang kubaca adalah “Penerbangan 714 ke Sydney” yang seru dan menegangkan.

FRA


Tahun 1998

Setelah 22 tahun, akhirnya impian itu datang juga.. Inilah pengalaman pertamaku menikmati penerbangan jarak-jauh dari Jakarta ke Jerman via Singapore dan merasakan dahsyatnya kejutan budaya di bandara Changi dan Frankfurt šŸ™‚ Sejak itu penerbanganku dari satu bandara ke bandara lainnya terhitung intensif, baik karena tugas bekerja ke daerah maupun tugas belajar di luar negeri. Berikut bandara yang telah kusinggahi berikut catatan kecil tentangnya..


LAX


01. AMI | Mataram, NTB
02. AMQ | Ambon, Maluku
03. BDJ | Banjarmasin, KalSel
04. BIK | Biak, Papua
05. BKI | Kinabalu, Malaysia
06. BKK | Bangkok, Thailand
07. BKS | Bengkulu
08. BPN | Balikpapan, KalTim
09. BTJ | Banda Aceh, NAD
10. BWN | Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam
11. CEB | Cebu, the Philippines
12. CGK | Cengkareng, Banten
13. DAM | Damaskus, Syria
14. DEN | Denver, USA
15. DJB | Jambi
16. DJJ | Sentani, Papua
17. DPS | Denpasar, Bali
18. DXB | Dubai, UEA
19. FRA | Frankfurt, Germany
20. GMP | Gimpo, South Korea
21. GTO | Gorontalo
22. HKG | Hong Kong
23. ICN | Incheon, South Korea
24. JOG | Yogyakarta
25. KDI | Kendari, SulTra
26. KOE | Kupang, NTT
27. KUL | Kuala Lumpur, Malaysia
28. LAX | Los Angeles, USA
29. MDC | Manado, SulUt
30. MES | Medan, SumUt
31. MKW | Manokwari, Papua Barat
32. MLG | Malang, JaTim
33. MNL | Manila, the Philippines
34. PHL | Philadelphia, USA
35. PKU | Pekanbaru, Riau
36. PKY | Palangkaraya, KalTeng
37. PLM | Palembang, SumSel
38. PNK | Pontianak, KalBar
39. PUS | Busan, South Korea
40. SFO | San Francisco, USA
41. SIN | Singapore
42. SOC | Solo, JaTeng
43. SRG | Semarang, JaTeng
44. SUB | Surabaya, JaTim
45. SYD | Sydney, Australia
46. TIM | Timika, Papua
47. TJQ | Tanjung Pandan, Kep. BaBel
48. TPE | Taipei, Taiwan
49. TTE | Ternate, Maluku Utara
50. UPG | Makassar, SulSel

DXB


Berikut bandara yang ingin kudarati kemudian..

01. DEL | New Delhi, India
02. JED | Jeddah, Saudi Arabia
03. MAD | Madrid, Spain
04. NAR | Narita, Japan
05. PDG | Padang, SumBar
06. PEK | Beijing, China
07. PLW | Palu, SulTeng
08. SVO | Moscow, Russia
09. TKG | Bandar Lampung, Lampung
10. TNJ | Tanjung Pinang, Kep. Riau

Up In The Air: 500.000 miles for an around the world ticket šŸ™‚


Catatan kecil dari
Gate A6 Terminal 1A CGK

Iklan
This entry was published on Rabu, 24 Maret 2010 at 12:25 pm and is filed under Jurnal. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: